halaman depan » artikel » detail artikel

5 Hal yang Sebabkan Berat Badan Bayi Tidak Bertambah

04 Maret 2019 | Admin poltekkes

Salah satu indikator untuk melihat tumbuh kembang dan kesehatan bayi adalah dengan mengukur berat badannya setiap bulan. Idealnya, bayi akan mengalami penambahan berat badan sesuai dengan bertambahnya usia bayi. Umumnya, saat bayi berusia 0-6 bulan, berat badannya naik dengan pesat. Selanjutnya, memasuki usia 6 bulan, banyak bayi yang mengalami kenaikan berat badan dalam jumlah sedikit. Tentu saja hal ini membuat banyak orangtua menjadi khawatir.

Mengukur kenaikan berat badan seharusnya dilihat dari berat badan bayi saat lahir. Lalu, perlu dilihat juga kecenderungan kenaikan berat badan bayi setiap bulannya. Berikut beberapa hal yang menyebabkan berat badan bayi hanya naik sedikit atau bahkan tidak mengalami kenaikan:

1. Kebutuhan gizi bertambah

Seiring dengan bertambahnya usia bayi, perkembangannya juga semakin banyak. Memasuki usia 6 bulan, bayi yang awalnya hanya bisa tidur, kini sudah mulai belajar merangkak dan duduk. Aktivitas ini tentu memerlukan energi yang lebih. Itulah sebabnya, masuk usia 6 bulan, bayi perlu mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) untukmenambah asupan gizinya. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, bayi usia 6 bulan memerlukan energi 175 kilo kalori lebih banyak dibandingkan bayi di bawah 6 bulan.

2. Tambah tinggi

Selain naik berat badan, bayi juga mengalami pertumbuhan berupa penambahan panjang badan dan lingkar kepala. Ada kalanya, pertumbuhan yang terjadi pada bayi lebih mengarah pada penambahan panjang badan. Sehingga, cermati juga penambahan tinggi badan bayi saat melakukan pengukuran. Hal ini dapat dipastikan dengan pengukuran berat badan dan panjang badan bayi yang akurat dengan petugas kesehatan.

3. Asupan kurang

Hal ini biasanya terjadi pada bayi yang mengalami susah makan saat mulai belajar mengonsumsi makanan padat. Penolakan terhadap tekstur dan rasa baru makanan kerap kali terjadi, sehingga bayi pun hanya mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit. Saat hal ini dibiarkan terjadi, maka penambahan berat badan bayi menjadi taruhannya.

4. Gastroesophageal reflux (GER)

Ini merupakan salah satu gangguan otot di antara saluran esofagus (menghubungkan kerongkongan dan lambung) dan perut yang masih longgar. Akibatnya anak sering mengalami muntah baik saat minum ASI maupun saat makan pure. Seharusnya gangguan ini membaik dengan bertambahnya usia anak. Namun, bila tak kunjung membaik sebaiknya Anda segera berkonsultasi pada dokter.

5. Ada penyakit lain

Penyakit infeksi seperti TBC atau diare juga menjadi pemicu sulitnya penambahan berat badan. Satu-satunya cara mengatasi kondisi ini adalah menyembuhkan penyakitnya lebih dulu, baru kemudian bayi perlu mendapatkan terapi yang rutin untuk membantu meningkatkan berat badan.

Article By Bebby Sekarsari

Sumber : 1helath.id


Komentar

- Belum ada komentar untuk ditampilkan.